Rabu, 04 Agustus 2010

MANAJERIAL AKSI

Aksi merupakan sebuah bentuk perjuangan yang ditujukan untuk melakukan pressure kepada pembuat kebijakan. Ini dilakukan kerena kebijakan tersebut merugikan masyarakat banyak. Aksi juga dilakukan karena membandelnya pembuat kebijakan terhadap persoalan-persoalan yang terjadi di tengah-tengah mayarakat.
  1. Guna dan syarat aksi
Aksi digunakan sebagai penekan penguasa yang membuat kebijakan supaya mengubah kebijakanya.
Syarat aksi :
    1. Ada isunya
    2. Faktual, artinya persoalan tersebut memang terjadi bukan isu atau kabar burung.
    3. Ada massa aksi
    4. Persoalannya aktual atau baru dan akan terjadi.
    5. Kebijakan tersebut memiliki dampak yang merugikan masyarakat.
  1. Kenapa harus aksi
Mungkin sering timbul pertanyaan kenapa harus aksi, kenapa tidak negosiasi saja. Sebenarnya aksi dan negosiasi berlangsung bersamaan. Negosiasi bergerak pada level “aman”. Sedangkan aksi bertujuan untuk mendukung negosiasi, adanya aksi membuat penguasa melihat ada kekuatan besar yang juga menolak kebijakannya. Aksi juga dilakukan ketika negosiasi sudah tidak bisa lagi dilakukan.
Aksi memiliki kekuatan yang efektif jika dibandingkan dengan negosiasi.
Adanya pandangan miring masyarakat terhadap aksi, dikarenakan tidak optimalnya manajemen aksi sehingga seolah-olah aksi mengganggu ketertiban umum. Pandangan miring juga terjadi karena masyarakat tidak mengetahui secara detail persoalan yang di serukan. Artinya persoalan tersebut tidak tersosialisasikan dengan baik. Makanya dalam aksi perlu dilakukan pembagian selebaran, sehingga masyarakat paham dengan isu yang diserukan dan tidak menolak aksi.
  1. Tahapan aksi
    1. Brainstorming
Secara harfiahnya bemakna tukar pikiran. Atau diskusi-diskusi rutin yang biasa dilakukan. Pada diskusi tersebut biasanya mengemuka berbagai persoalan yang ada ditengah masyarakat. Hal tersebut kemudian yang menjadi dasar dari pemilihan isu.
    1. Pembahasan isu
Dari brainstorming biasanya ditemukan berbagi masalah masyarakat. Masalah tersebut dibahas secara intents, ini dilakukan beberapa hari sebelum aksi.
    1. Penetapan isu
Dari berbagai isu yang ada, ditentukan satu isu utama. Pemilihan ini harus mempertimbangkan factual dan aktualnya isu, kedekatan isu dengan peserta aksi dan seberapa besar pengaruhnya terhadap peserta aksi.
Pada saat penentuan isu ini, juga ditentukan sekalian jadwal, waktu, tempat dan rute aksi.
    1. Pembuatan perangkat aksi
Perangkat aksi berguna ketika aksi berlangsung.
    1. Evaluasi
Termasuk tahapan yang sangat penting dalam rentetan aksi. Evaluasi berguna untuk mengetahui kekurangan dan kelemahan aksi yang telah dilakukan, ini penting untuk aksi yang akan dilakukan selanjutnya dan sekaligus melihat bagian mana dari perangkat aksi yang tidak berfungsi maksimal.
  1. Perangkat aksi
    1. Koordinator umum
Bertanggung jawab terhadap keseluruhan aksi. Kordum yang akan memberikan pernyataan kepada media massa yang meliput aksi, sekaligus membacakan pernyataan sikap. Kordum juga pemimpin delegasi ketika terjadi proses negosiasi didalam gedung pemerintahan misalnya.
    1. Koordinator lapangan
Korlap bertanggung jawab atas tertib dan dinamisnya aksi. Intinya korlap yang mengomandoi seluruh jalannya aksi, sejak aksi di buka sampai aksi ditutup. Korlap juga bertindak sebagai orator. Ketika situasi chaos, korlap harus bisa mengambil komando apakah aksi akan di lanjutkan atau di akhiri hanya sampai disana saja.
.
    1. Orator
Orator bertanggung jawab membakar semangat masa aksi. Dan sekaligus membantu tugas korlap di lapangan.
    1. Negosiator
Negosiator bertugas menegosiasikan keberadaan aksi dengan pihak yang berkepentingan dengan aksi. Misalnya ketika ditengah perjalanan pihak berwajib menghalangi aksi, maka tugas negosiatorlah untuk melobi dan sebagainya. Atau ketika disebuah gedung pemerintahan, ada keinginan dialog dari wakil pemerintah dengan peserta aksi, maka negosiator yang menegosiasikan masalah tempat, waktu dan sebagainya. Intinya negosiator bertugas untuk menegosiasikan semua hal yang dapat menggangggu lancarnya aksi termasuk kedatangan pejabat tiba-tiba, yang akan menggangu atau mempengaruhi peserta aksi.
    1. Advokator
Advokator bertugas mencatat semua yang terjadi selama aksi berlangsung. Mulai dari jam berapa aksi di mulai, jalannya aksi, siapa yang orasi, tempat pemberhentian, terjadinya bentrokan sampai aksi ditutup. Jika semua perangkat aksi berada di dalam barisan aksi, maka advocator berada di luar barisan aksi, intinya advocator bertindak sebagai intel atau seolah-olah wartawan yang sedang melakukan peliputan. Catatan–catatan advocator berguna untuk membela peserta aksi ketika terjadi keadaan yang tidak di inginkan, dan sekaligus juga sebagai dokumentasi aksi.
    1. Agitasi propaganda
Bertanggungjawab dalam menyemarakkan aksi, dengan jargon-jargon atau nyanyian yang menambah semangat peserta aksi. Agitprop juga bertanggung jawab menyiapkan pernyataan sikap yang runut dan tentu saja bersama dengan korlap dan kordum.
    1. Masa inti
Merupakn perseta aksi yang mengetahui persoalan secara utuh. Posisinya dalam barisan berada di depan, ditengah dan di belekang barisan aksi.
    1. Logistic
Merupakan perangkat aksi yang bertanggungjawab terhadap penyedian logistic peserta aksi, bilamana diperlukan. Dan sekaligus yang membagikan selebaran ketika aksi berlangsung.
    1. Kurir
Bertanggung jawab sebagai pembawa pesan dari peserta aksi kepada korlap dan sebaliknya.
    1. Perlengkapan
Bertugas menyediakan perlengkapan aksi seperti spanduk, poster dan sebagainya.
  1. Bentuk-bentuk aksi
Sebenarnya aksi tidak bisa dibagi secara tegas,. Namun sesuai motif kenapa dilakukannya aksi, maka dapat dibagai 2 :
    1. Aksi politik
Aksi politik merupakan aksi yang dilakukan untuk memprotes kebijakan poltik penguasa, seperti perundang-undangan atau kebijakan politik lainnya.
    1. Aksi ekonomi dan sosial
Aksi ini dilancarkan karena adanya kebijakan yang merugikan masyarakat secara ekonomi maupun social. Seperti, menolak kenaikan BBM, menolak kenaikan SPP atau menuntut kenaikan upah bagi buruh, menolak kenaikan pupuk bagi petani. Aksi yang bermotifkan ekonomi ini bisa berubah menjadi gerakan politik, dan bahkan bisa menjatuhkan pemerintahan. Kadang kala aksi ekonomi sosial menjadi pemicu bagi aksi politik. Seperti pada tahun 1998, awalnya aksi mahasiswa dan masyarakat yang resah dengan kenaikan bahan pokok akibat krisis ekonomi, kemudian aksi ekonomi ini menjatuhkan presiden Soeharto karena soeharto yang menjadi penyebab utama persoalan tersebut.
Sebenarnya aksi tidak biasa dibagi secara tegas seperti diatas, karena dalam aksi ekonomi terdapat motif politik dan dalam aksi politik terdapat kepentingan ekonomi
  1. Sifat aksi
    1. Aksi damai
Aksi yang digelar secara damai, tanpa ada tujuan melakukan kekerasan. Biasanya aksi ekonomi, bertujuan damai kendati kadangkala berakhir chaos. Untuk memanegemen aksi damai, perlu diperhatikan bagi semua peserta aksi, jangan sampai ada pihak-pihak yang akan memprovokasi masa, sehingga aksi yang direncanakan damai berubah anarkis dan tak terkendali. Dalam aksi damai ini sangat dituntut kecerdasan korlap dalam mengendalikan masa.
    1. Aksi chaos
Kadang kita berfikir aksi yang berakhir chaos akibat ulah provokasi. Namun sebenarnya ada aksi chaos yang memang sengaja di rancang. Kita pasti pernah melihat peserta aksi yang membawa helm, tiang bendera dan tongkat-tongkat yang digunakan sebagai tiang poster. Hal tersebut disiapkan sebagai aksi chaos jika keadaan tidak memungkinkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar